Input
Data Pasien
Hasil
Hasil Perhitungan
Isi berat badan dan pilih obat untuk menampilkan dosis.
Info Obat
Ringkasan dan Catatan
Infus
Penghitung Tetes Infus
Rumus tetes: gtt/menit = (volume (mL) × faktor tetes (gtt/mL)) ÷ waktu (menit).
Rumus laju: mL/jam = volume (mL) ÷ waktu (jam).
Isi volume dan salah satu durasi (jam atau menit) untuk menghitung tetes infus.
Syringe
Syringe Pump
Input desimal bisa memakai titik atau koma (contoh: 0.1 atau 0,1).
Isi dosis, total obat, volume, dan BB bila diperlukan.
Pompa Infus
Infusion Pump
Input desimal bisa memakai titik atau koma (contoh: 0.1 atau 0,1).
Isi dosis, konsentrasi, dan BB bila diperlukan untuk menghitung laju pompa.
Skrining
Skrining MTBS (2 bulan - 5 tahun)
Status
Tidak ada tanda bahaya umum Lanjutkan klasifikasi keluhan utama.Batuk atau Sesak Napas
Isi data untuk melihat klasifikasi batuk atau sesak napas.
Diare
Isi data untuk melihat klasifikasi diare.
Demam
Isi data untuk melihat klasifikasi demam.
Masalah Telinga
Isi data untuk melihat klasifikasi masalah telinga.
Gizi
Isi data untuk melihat klasifikasi gizi.
Anemia (Pucat Telapak Tangan)
Pilih hasil pemeriksaan pucat telapak tangan untuk melihat klasifikasi anemia.
Skrining ini mengikuti algoritme ringkas MTBS (batuk atau sesak napas, diare, demam, telinga, gizi, dan anemia) dengan rujukan utama pedoman Kemenkes RI serta referensi IMCI/WHO sebagai pendukung. Gunakan bagan resmi MTBS untuk keputusan klinis dan tata laksana lengkap. Modul ini belum mencakup algoritme bayi muda usia <2 bulan, campak, HIV, serta evaluasi komorbid terperinci.
Skrining
Z-Score WHO/CDC
Isi usia, jenis kelamin, berat badan, dan tinggi atau panjang badan. Sistem menghitung Z-score otomatis beserta interpretasinya.
WHO untuk 0-5 tahun menjadi acuan utama BB/U, TB/U, dan BB/TB.
Imunisasi
Skrining Imunisasi
Isi usia anak dan centang riwayat imunisasi untuk menampilkan hasil skrining.
Skrining imunisasi ini disusun untuk triase cepat di layanan primer. Keputusan akhir tetap mengacu pada jadwal nasional Kemenkes, rekomendasi IDAI terbaru, serta kebijakan imunisasi daerah. Gunakan panel Lihat detail untuk interval kejar minimal yang dipakai modul (DPT-HB-Hib, polio, IPV, MR, dan HPV) beserta prioritas tindak lanjut.
KPSP
Interpretasi Hasil KPSP
Interpretasi: 9-10 = sesuai (S), 7-8 = meragukan (M), ≤6 = kemungkinan penyimpangan (P).
Jadwal formulir KPSP: 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, 66, dan 72 bulan.
Isi usia dan skor YA untuk menampilkan interpretasi KPSP.
ANC
ANC Ibu Hamil
- WHO merekomendasikan minimal 8 kontak ANC selama kehamilan.
- Jadwal yang dianjurkan: 12, 20, 26, 30, 34, 36, 38, dan 40 minggu.
- Konseling gizi dan aktivitas fisik aman dibahas pada setiap kunjungan.
- USG sebelum 24 minggu dianjurkan bila tersedia.
- Hemoglobin/hematokrit.
- Golongan darah dan rhesus.
- HIV dan sifilis (rapid test).
- Pemeriksaan urin.
- Fe elementer 30-60 mg + asam folat 400 mcg per hari.
- Pemberian dimulai sedini mungkin setelah kehamilan terkonfirmasi.
- TT1: segera saat kontak ANC awal.
- TT2: minimal 4 minggu setelah TT1.
- TT3: minimal 6 bulan setelah TT2.
- TT4: minimal 1 tahun setelah TT3.
- TT5: minimal 1 tahun setelah TT4 (memberi proteksi jangka panjang).
- Perdarahan dari jalan lahir.
- Nyeri kepala hebat, pandangan kabur, atau kejang.
- Bengkak wajah/tangan mendadak, nyeri ulu hati berat.
- Gerak janin berkurang atau tidak terasa.
- Demam tinggi, sesak napas, atau muntah terus-menerus.
KIA/KB
KB & Konseling
- Berikan pilihan metode dan jelaskan efektivitas, efek samping, serta tindak lanjut.
- Gunakan WHO MEC untuk menilai kelayakan metode sesuai kondisi medis.
- Global Handbook menjadi rujukan praktis penggunaan metode KB.
- Pastikan tidak hamil dan evaluasi riwayat trombosis/hipertensi/migrain aura.
- Untuk ibu menyusui, pilih metode sesuai usia bayi dan status laktasi.
- Pada remaja atau pasien risiko IMS, konseling kondom ganda tetap disarankan.
- Tentukan jadwal kontrol ulang untuk evaluasi efek samping dan kepatuhan.