FornasDose by ashari.m

Kalkulator dosis obat anak dan dewasa, tetesan infus, serta akses pedoman klinis KIA/KB untuk Dokter FKTP.

Gunakan menu sesuai alur kerja: hitung dosis anak/dewasa, hitung tetesan infus, lalu buka pedoman dan skrining klinis.

Input

Data Pasien

BB Manual

Langkah cepat: 1) Isi BB bila diperlukan, 2) cari atau pilih obat, 3) pilih regimen, 4) centang persetujuan.

Regimen dosis

Konversi sediaan (opsional)

Isi salah satu: mg/mL atau mg/5 mL. Sistem akan mengonversi untuk menghitung volume per dosis.

Hasil

Hasil Perhitungan

Menunggu data

Isi berat badan dan pilih obat untuk menampilkan dosis.

Info Obat

Ringkasan dan Catatan

Referensi

Infus

Penghitung Tetes Infus

Makro / Mikro

Rumus tetes: gtt/menit = (volume (mL) × faktor tetes (gtt/mL)) ÷ waktu (menit).

Rumus laju: mL/jam = volume (mL) ÷ waktu (jam).

Isi volume dan salah satu durasi (jam atau menit) untuk menghitung tetes infus.

Syringe

Syringe Pump

Input desimal bisa memakai titik atau koma (contoh: 0.1 atau 0,1).

Rumus: konsentrasi (mg/mL) = total obat (mg) ÷ volume (mL). Laju (mL/jam) = dosis (mg/jam) ÷ konsentrasi. Jika total obat diisi dalam mcg, sistem akan mengonversinya ke mg.

Isi dosis, total obat, volume, dan BB bila diperlukan.

Pompa Infus

Infusion Pump

Input desimal bisa memakai titik atau koma (contoh: 0.1 atau 0,1).

Rumus pompa: laju (mL/jam) = dosis × BB × konversi waktu ÷ konsentrasi.

Isi dosis, konsentrasi, dan BB bila diperlukan untuk menghitung laju pompa.

Skrining

Skrining MTBS (2 bulan - 5 tahun)

Algoritme ringkas
Tanda bahaya umum

Status

Tidak ada tanda bahaya umum Lanjutkan klasifikasi keluhan utama.
Batuk atau Sesak Napas

Isi data untuk melihat klasifikasi batuk atau sesak napas.

Diare
Tanda dehidrasi

Isi data untuk melihat klasifikasi diare.

Demam

Isi data untuk melihat klasifikasi demam.

Masalah Telinga

Isi data untuk melihat klasifikasi masalah telinga.

Gizi

Isi data untuk melihat klasifikasi gizi.

Anemia (Pucat Telapak Tangan)

Pilih hasil pemeriksaan pucat telapak tangan untuk melihat klasifikasi anemia.

Skrining ini mengikuti algoritme ringkas MTBS (batuk atau sesak napas, diare, demam, telinga, gizi, dan anemia) dengan rujukan utama pedoman Kemenkes RI serta referensi IMCI/WHO sebagai pendukung. Gunakan bagan resmi MTBS untuk keputusan klinis dan tata laksana lengkap. Modul ini belum mencakup algoritme bayi muda usia <2 bulan, campak, HIV, serta evaluasi komorbid terperinci.

Skrining

Z-Score WHO/CDC

Gizi Anak

Isi usia, jenis kelamin, berat badan, dan tinggi atau panjang badan. Sistem menghitung Z-score otomatis beserta interpretasinya.

Imunisasi

Skrining Imunisasi

Kemenkes + IDAI
Riwayat imunisasi utama (centang jika sudah)

Isi usia anak dan centang riwayat imunisasi untuk menampilkan hasil skrining.

Skrining imunisasi ini disusun untuk triase cepat di layanan primer. Keputusan akhir tetap mengacu pada jadwal nasional Kemenkes, rekomendasi IDAI terbaru, serta kebijakan imunisasi daerah. Gunakan panel Lihat detail untuk interval kejar minimal yang dipakai modul (DPT-HB-Hib, polio, IPV, MR, dan HPV) beserta prioritas tindak lanjut.

KPSP

Interpretasi Hasil KPSP

3-72 bulan

Interpretasi: 9-10 = sesuai (S), 7-8 = meragukan (M), ≤6 = kemungkinan penyimpangan (P).

Jadwal formulir KPSP: 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60, 66, dan 72 bulan.

Isi usia dan skor YA untuk menampilkan interpretasi KPSP.

ANC

ANC Ibu Hamil

Kehamilan
Kontak & pemantauan
  • WHO merekomendasikan minimal 8 kontak ANC selama kehamilan.
  • Jadwal yang dianjurkan: 12, 20, 26, 30, 34, 36, 38, dan 40 minggu.
  • Konseling gizi dan aktivitas fisik aman dibahas pada setiap kunjungan.
  • USG sebelum 24 minggu dianjurkan bila tersedia.
Pemeriksaan penunjang dasar
  • Hemoglobin/hematokrit.
  • Golongan darah dan rhesus.
  • HIV dan sifilis (rapid test).
  • Pemeriksaan urin.
Suplementasi inti
  • Fe elementer 30-60 mg + asam folat 400 mcg per hari.
  • Pemberian dimulai sedini mungkin setelah kehamilan terkonfirmasi.
Imunisasi tetanus (TT/Td)
  • TT1: segera saat kontak ANC awal.
  • TT2: minimal 4 minggu setelah TT1.
  • TT3: minimal 6 bulan setelah TT2.
  • TT4: minimal 1 tahun setelah TT3.
  • TT5: minimal 1 tahun setelah TT4 (memberi proteksi jangka panjang).
Tanda bahaya kehamilan (rujuk segera)
  • Perdarahan dari jalan lahir.
  • Nyeri kepala hebat, pandangan kabur, atau kejang.
  • Bengkak wajah/tangan mendadak, nyeri ulu hati berat.
  • Gerak janin berkurang atau tidak terasa.
  • Demam tinggi, sesak napas, atau muntah terus-menerus.

KIA/KB

KB & Konseling

Keluarga Berencana
Prinsip konseling
  • Berikan pilihan metode dan jelaskan efektivitas, efek samping, serta tindak lanjut.
  • Gunakan WHO MEC untuk menilai kelayakan metode sesuai kondisi medis.
  • Global Handbook menjadi rujukan praktis penggunaan metode KB.
Poin skrining sebelum memilih metode
  • Pastikan tidak hamil dan evaluasi riwayat trombosis/hipertensi/migrain aura.
  • Untuk ibu menyusui, pilih metode sesuai usia bayi dan status laktasi.
  • Pada remaja atau pasien risiko IMS, konseling kondom ganda tetap disarankan.
  • Tentukan jadwal kontrol ulang untuk evaluasi efek samping dan kepatuhan.
Sesuaikan pilihan metode dengan preferensi pasien dan ketersediaan layanan.

Referensi

Dokumen Acuan

Diakses 8 Feb 2026

Daftar obat akan diperbarui secara berkala.

Catatan: Fornas adalah daftar obat terpilih untuk JKN. Dosis dan indikasi klinis harus tetap mengacu pada pedoman profesi serta kebijakan fasyankes.

Referensi

Dokumen Pedoman

Diakses 8 Feb 2026

Catatan: Daftar ini memprioritaskan sumber Indonesia (Kemenkes, IDAI, PAPDI, PERKI, PDPI) dengan referensi internasional sebagai pendukung. Ringkasan aplikasi tidak menggantikan pedoman resmi; gunakan dokumen lengkap untuk keputusan klinis.